The Legend : Puncak Adam

Posted on 11.54 | By Admin | In , , , ,

Adam Bridge : Kebenaran Info Wikipedia , History Jembatan Adam atau Rama Sethu yang sangat rancu siapa pembuatnya, tidak terbukti bahwa peradaban manusia kera yang menyusun lebih dari 103 balok balok batu karang menjadi sebuah jembatan, sebab itu hanya dongeng. Nah di selatan ujung jembatan itu ada Pulau Ceylon atau Sri Lanka. Ada 2 misteri lain masih tersimpan disana.
Lukisan hitam putih tahun 1879 menampilkan bayangan puncak Sri Pada membentuk segitiga dengan ujung bayangan jatuh di laut saat matahari terbit. Ada apa di titik jatuh itu?


Kali ini saya akan membahas salah satu Misteri Pulau Ceylon , yaitu Sri Pada. Sebuah gunung setinggi 2.243 meter dari permukaan laut , dan berbentuk kerucut. Keistimewanya adalah , tepat di puncak Sri Pada ini terdapat sebuah Petrosomatoglyph berbentuk telapak kaki yang misterius. Mungkin kalian mengatakan ini jejak telapak Dewa Siwa, atau jejak telapak kaki Sang Buddha, atau malah jejak telapak kaki Nabi Adam AS. Hmmm, sepertinya kita butuh penegasan dari pemilik jejak tersebut, supaya masing masing aliran kepercayaan tidak saling meng-klaim kebenaran kisahnya. Karena hal tersebut tidak mungkin, jadi mari kita telusuri asal muasalnya.



Berbagai Nama Tertua untuk Sri Lanka

Suku Indian Kuno menyebut Sri Lanka dengan nama Sieladiba atau ">Pali Sihaladipa
Catatan epigraphic nama ini juga ditemukan dalam kisah Asoka,di distrik Tinnevely , Tamil Nadu Selatan India. Terpatri pada sebuah Prasasti abad ke 4, Kaisar saat itu Samudragupta menyebut Sri Lanka sebagai Sainhalaka atau Negeri Sinhalas.
Sri lanka memiliki hubungan dengan seluruh Asia, Benua India dan juga sebagian negeri negeri Barat.Catatan perjalanan ">Laksamana Cheng Ho menunjukkan indikasi jelas bahwa ada hubungan masa lalu dengan Negeri China, namun hubungan ini berkurang karena perluasan kekuasaan Eropa ke Samudera Hindia.

Tulisan-tulisan dan Cartography geografi Yunani, Ptolemeus (">Claudes Ptolomeus dari Alexandria) dari Abad ke-2 AD memberi keterangan lengkap tentang Sri Lanka, topografi, ekonomi dan budaya, menunjukkan tingkat hubungan antara Sri Lanka dengan Yunani kuno cukup baik.


Sri Lanka adalah sebuah peradaban pulau dengan sejarah yang panjang . Posisinya berada dijalur penting di Jalan Sutra kuno, yang berfungsi sebagai penghubung antara budaya Timur dan Barat, pulau ini telah memberikan karakter kosmopolitan sejak zaman pra-Kristen. Dalam prasasti dari Kaisar Maurya dari India pada abad ke-3 SM, Sri Lanka disebut sebagai Tambapani yang artinya sebagai salah satu negara di mana ia telah di-perpanjang masa kebajikannya.

Onesicritus dari Astipalacia , yaitu salah seorang dari konvoi Alexander Agung dalam kampanye ke negeri negeri timur sekitar 326 -323 BC menyebut Sri Lanka sebagai Taprobana.
Sri Pada atau Puncak Adam
Fase-fase sejarah pulau itu dibagi menjadi lima periode sebagai:


1. Sejarah awal periode: 250BC - 500AD
2. Historical Tengah periode: 500AD - 1250AD
3. Historical Akhir Periode - 1: 1250AD - 1600AD
4. Akhir Periode Sejarah - 2: 1600AD - 1800AD
5. Sejarah Modern Periode: 1800AD - 1900AD (Bandaranayake 1986).

Periode ini disusun berdasarkan perubahan gaya luas yang digambarkan dari sejarah praktik seni di Sri Lanka pra-modern.

Wow, begitu tua sekali sejarah mengenal Sri Lanka ini, kira kira motivasi apa yang membawa mereka ingin mengenal Sri Lanka? Selain membina jalur hubungan diplomatik, perdagangan, penyebaran agama dan kekuasaan, ada hal lain yang membuat pendatang asing ingin datang ke Sri Lanka.

Penemu Jejak Kaki Pertama kali

Umat Buddha yang mendaki puncak Sri Pada, menganggap Maha Sumana Saman sebagai pelindung mereka. Buddhisme diperkenalkan ke Sri Lanka selama pemerintahan Raja Devanam Piya Tissa (307-266 SM). Dia adalah cucu Raja Pandukabhaya (437-366 SM), pendiri Pra-Buddha dari Anuradhapura, ibukota Lanka, yang berlangsung selama 1500 tahun sampai pertengahan abad ke-9 Masehi.



Orang pertama yang menemukan tapak itu adalah Raja Valagambahu (104-76 SM), dikisahkan, ketika Raja Valagambu melarikan diri dari perampok perampok bangsa Cholian ,ia tiba di suatu hutan liar yang asing di sebuah gunung, hutan yang lebih kini dikenal sebagai "Sri asithi Adaviya" (nama asli jejak kaki), . Dia mendaki sampai ke puncak gunung di antar oleh dewa yang menyamar sebagai rusa.

Setelah saat itu tidak hanya peziarah biasa tapi Kaum Bangsawan bersama Para Menteri menghormati Jejak Kaki Sang Buddha dari masa purba. Raja-raja Sinhala sendiri, dalam masa pemerintahan mereka, telah membuat jalan untuk masyarakat yang ingin memuja Jejak Kaki Suci setiap tahun dengan mendaki gunung.

Nah, cuma ada satu kisah masa lampau yang menuliskan nama Penemu saja, tidak pernah ditulis dalam suatu kitab suci tentang siapa pemilik Jejak Kaki sebenarnya. Lalu dari mana datangnya cerita tentang Jejak Buddha? dari mana pula datangnya Kisah Adam tiba ke bumi saat di usir dari Syorga, dan berpijak di puncak Sri Pada ini? atau kisah Saint Thomas dan kisah Dewa Siwa. Kalau Kisah Rahwana tentu saja berkaitan dengan epic Ramayana, saya tidak perlu menceritakan dan memberi pendapat lagi.
Ibnu Battutah menyebut Puncak Sri Pada sebagai gunung Sarandib, lihat catatan berikut.



Gunung Sarandib , Catatan Perjalanan Ibnu Battutah
"Kami melihatnya dari laut pada hari kesembilan perjalanan kami, dan ketika kami berada di puncaknya, terlihat awan ada di bawah sana, menutupi pandangan mata ke kaki gunung. 
 
Di puncak terdapat banyak pohon cemara dan bunga berbagai warna, termasuk bunga mawar merah sebesar telapak tangan. Ada dua rute jalan menuju puncak, salah satu rute disebut Baba dan rute yang lain bernama Mama, yang artinya berarti rute Adam dan Hawa.


Rute Mama mudah dicapai , merupakan rute peziarah turun. Rute Baba merupakan pendakian yang sulit dan terjal. Generasi terdahulu membuat jalan pintas dengan semacam anak tangga, mereka memasang untaian pagar besi hingga keatas, gunanya untuk pegangan tangan bagi peziarah. Ada sepuluh untaian, yaitu sepuluh "Rantai Keteguhan Iman", disebut demikian karena ketika seseorang mencapai tingkat ini dan melihat ke bawah kaki bukit, hati mereka dirampas oleh kekhawatiran akan jatuh ke Gua Al-Khidir .

Dari untaian pagar besi kesepuluh dengan gua al-Khidir dibawah sana berjarak tujuh mil; gua ini terletak di tempat yang lapang, Taman Mata Air yang juga nama lainnya, sumber mata air itu penuh ikan, tapi tidak ada orang yang menangkapnya. Tak jauh dari situ ada dua kolam di kedua sisi jalan.

Dalam gua al-Khidir para peziarah meninggalkan barang-barang mereka dan naik dua mil ke puncak gunung mana Jejak Kaki diberkati yaitu Kaki dari ayah kita Adam tepat di atas batu hitam yang tinggi di sebuah dataran tinggi yang luas.

Jejak yang diberkati ini tenggelam ke dalam batu cukup dalam, meninggalkan bentuk yang cekung. Panjangnya sebelas "span". Di tempat jejak Kaki di toreh sembilan buah lubang , di mana orang kafir peziarah meletakkan persembahan emas, permata rubi dan mutiara ... "

Begitu Ibnu Battutah menulis tentang Puncak Adam ini. Namun sayangnya ia tidak mengutip satu ayat atau pun Hadist Sahih sebagai acuan ucapannya.



Siapakah Ibnu Battutah ini?

Abu Abdullah Muhammad bin Battutah (24 Februari 1304 - 1368 atau 1377) adalah seorang pengembara bangsa Berber Maroko. Lahir di Tangier, Maroko antara tahun 1304 dan 1307, pada usia sekitar dua puluh tahun Ibnu Batutah berangkat haji -- ziarah ke Mekah. Setelah selesai, dia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 kilometer sepanjang dunia Muslim (sekitar 44 negara modern)

Atas dorongan Sultan Maroko, Ibnu Batutah mendiktekan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana bernama Ibnu Juzay, yang ditemuinya ketika sedang berada di Iberia. Meskipun mengandung beberapa kisah fiksi, Rihlah merupakan catatan perjalanan dunia terlengkap yang berasal dari abad ke-14.
Hampir semua yang diketahui tentang kehidupan Ibnu Batutah datang dari dirinya sendiri. Meskipun dia mengklaim bahwa hal-hal yang diceritakannya adalah apa yang dia lihat atau dia alami, kita tak bisa tahu kebenaran dari cerita tersebut. Begitu yang tertulis di Wikipedia.


Kutipan perjalanannya menurut Wikipedia:
.".........Mengikuti perubahan arah angin, dia bersama kapal yang ditumpanginya kembali ke Arab selatan. Setelah menyelesaikan petualangannya, sebelum menetap, ia berkunjung ke Oman dan Selat Hormuz. Setelah selesai, ia berziarah ke Mekah lagi. Setelah setahun di sana, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan di kesultanan Delhi. Untuk keperluan bahasa, dia mencari penterjemah di Anatolia. Kemudian di bawah kendali Turki Saljuk, ia bergabung dengan sebuah rombongan menuju India........."


Saya potong sampai disitu, sebab dari India inilah kemungkinan dia menyeberang ke Pulau Sri Lanka dan mendaki ke puncak Sri Pada. Namun ini hanya menjelaskan tentang perjalanannya saja. Tidak saya temukan satu Ayat dari Al-Quran yang menguatkan pendapatnya. Lalu jika ada pernyataan atau ucapan seorang pengembara tanpa bukti kuat, apakah kita harus percaya? Tidak bagi saya dan Wikipedia. Bagaimana dengan pembaca?

Lalu apakah hanya karena seorang Ibnu Battutah mengatakan jejak ini adalah telapak kaki nabi Adam AS, maka kita harus percaya? nanti dulu, tidak semudah itu. Dalam website Biography Adam saya menemukan kalimat rancu, begini kutipannya:
" Tradisi Islam percaya bahwa Puncak Adam (Sri Pada) di Sri Lanka memiliki Jejak Kaki Adam",
Perhatikan kata Tradisi, apakah tradisi bisa dijadikan patokan kuat pernyataan diatas? tidak. Karena tradisi merupakan tekhnik penyebaran kisah oral yang rawan kesalahan dan penambahan sehingga keutuhan kejadian sebenarnya menjadi sangat buram. Contoh, Legenda Danau Toba, atau Danau Tiga Warna bukankah tradisi dari mulut ke mulut yang menulis kisahnya? coba minta pada warga asli situs tersebut untuk menunjukkan Kitab Sahih-nya kalau ada.

Statement diatas tidak berdasar pada Al-Quran . Lihat Firman Allah SWT,

Al-Baqarah-2
37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[40] dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Keterangan[40]. Tentang beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang diterima oleh Adam sebahagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat.


Jadi Nabi Adam bukan berdiri dengan satu kaki di Puncak Sri Pada selama 1000 tahun untuk bertaubat atas dosanya. Sebelum di kirim ke bumi, Adam sudah di ampuni dosanya yaitu dengan kalimat kalimat(doa) ampunan dari Allah SWT

Bagaimana jika ada umat Kristiani menyebutkan hal yang sama? okay, mari kita lihat apa kata Kitab Suci Kristen dan Yahudi tentang Jejak Adam ini.

Kisah tentang Adam terdapat dalam Kitab Kejadian pada Torah dan Alkitab pasal 2 dan 3, dan sedikit disinggung pada pasal 4 dan 5. Beberapa rincian lain tentang kehidupannya dapat ditemukan dalam kitab-kitab apokrif, seperti Kitab Yobel, Kehidupan Adam dan Hawa, dan Kitab Henokh. Menurut pasal pasal dan Kitab Kitab itu, Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Adam kemudian ditempatkan di dalam Taman Eden yang berarti tanah daratan, terletak di hulu Sungai Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat ( di sekitar wilayah Irak saat ini ) , Adam bahkan hanya hidup selama 930 tahun saja.


Nah cukup jelas bukan?. Penulis kisah Adam di Wikipedia itu membuat statemen unik yang berbunyi :
"Menurut legenda, setelah diusir dari Taman Eden, Adam pertama kali menjejakkan kakinya di muka bumi di sebuah gunung yang dikenal sebagai Puncak Adam atau Al-Rohun yang kini terdapat di Sri Lanka."
Dia tampak ragu ragu menuliskannya. Sekali lagi perhatikan penebalan frasa, "menurut legenda" ... disini lah letak pemahaman yang rancu atas asal muasal terjadinya suatu tempat atau objek kasat mata yang tidak diketahui PASTI siapa pembuatnya.


Apakah kalian percaya kalau saya bilang Pulau Batam tercipta dari Kalajengking Raksasa zaman purba hanya karena bentuknya terlihat mirip kalajengking? itu juga bisa menjadi Legenda jika di ceritakan terus menerus dengan alur kisah yang meyakinkan dan tersebar ke seluruh bumi pada masa lampau.


Jadi bagi saya, misteri Jembatan Rama dan Jejak Kaki di Puncak Sri Pada tetap menjadi Misteri Alam yang belum terpecahkan. Sebab sampai kapan pun Dewa Siwa, Sang Buddha , Saint Thomas dan Nabi Adam As tidak bisa disebut sebagai pemilik objek tersebut. Karena masing masing figur adalah sosok yang berbeda , sementara jejaknya yang ditinggalkan hanya satu.




Empat Versi Yang Berbeda
1- Hindu, nama gunung tersebut Sivan Adi Padham, itu nama tarian indah dari Dewa Siwa yang meninggalkan jejak kaki raksasa (panjang 1.73 meter , lebar 0.79 meter).
2- Buddha, jejak itu ditinggalkan oleh Sang Buddha saat kedatangan ketiga yang melegenda dan terakhir kali ke Sri Lanka. Jejak sebenarnya terpatri pada sebuah batu safir yang lebih besar dibawah tanda jejak yang ada saat ini.

3- Kristen, ketika Kristen Portugis datang ke pulau ini di abad ke-16 mereka mengklaim kesan tersebut sebagai tapak kaki Saint Thomas, yang menurut legenda adalah orang pertama yang membawa agama Kristen masuk ke Sri Lanka.

4- Islam, itu adalah jejak Nabi Adam (AS) di mana ia berdiri dengan satu kaki selama seribu tahun untuk penebusan dosa . Ketika Nabi Adam (AS) diusir dari surga, Allah SWT menempatkan dia di puncak gunung untuk mengurangi keterkejutannya akan dunia . Puncak ini menjadi tempat di bumi yang paling mirip seperti surga .

Nah hebat bukan? ada empat pendapat dari empat agama berbeda yang masing masing diakui sebagai pembuatnya. Lalu, apa mereka bergantian menempelkan kakinya ditempat yang sama? ah tidak mungkin kan?

Kenapa orang orang pintar masa kini bermain petak umpat dengan satu jejak telapak kaki? Saya malah cenderung keduanya suatu kreasi alam atau justru struktur buatan saja. Manusia lah yang menambahkan bumbu bumbu cerita manis dengan kepentingan agama masing masing di balik historisnya.

Bukan kah peradaban masa lalu sangat erat dengan hal hal berbau mistis, pemujaan dewa dewa dan berhala?. Pemujaan terhadap suatu benda yang di anggap suci tanpa statement resmi dari Allah SWT adalah perbuatan Syirik dan salah satu dosa besar yang tidak terampuni. Para pelakunya disebut Musryik.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (Q.S. At Taubah [9]: 113)

Comments (0)

Posting Komentar